MONUMEN PERJUANGAN AREK KIDUL PASAR MALANG MONUMEN HIZBULLAH KIDUL PASAR
Muhammad Faruq Amrulloh
amrullohfaruq@gmail.com
ABSTRAK :
Setelah Surabaya ditaklukan Sekutu dan diserahkan kepada Belanda. pasukan Belanda memperluas kekuasaan dari Surabaya ke barat dan menuju selatan. Pasukan Belanda menuju selatan Surabaya ke arah Malang. Belanda berusaha menguasai wilayah Malang yang strategis dan subur. Upaya Belanda untuk menguasai Malang di hadang oleh pejuang Indonesia salah satunya laskar Hizbullah Malang. Perjuangan laskar Hizbullah berakhir dengan banyak pejuang yang gugur dan layak disebut pahlawan, namun terdapat juga beberapa pejuang yang bertahan memperjuangkan kemedekaan Indonesia hingga Indonesia merdeka sepenuhnya.
After Surabaya was conquered by the Allies and handed over to the Dutch. Dutch troops extended power from Surabaya to the west and towards the south. Dutch troops headed south of Surabaya towards Malang. The Dutch tried to control the strategic and fertile Malang area. The Dutch attempt to control Malang was blocked by Indonesian fighters, one of them was the Malang Hezbollah army. The struggle of the Hizbullah army ended with many fighters who died and deserved to be called heroes, but there were also some fighters who survived fighting for Indonesian independence until Indonesia became fully independent.
Kata kunci: independent, laskar Hizbullah, Malang
Pertempuran Surabaya berakhir dengan kekalahan pihak Indonesia. Akan tetapi, perang tersebut membuktikan bahwa rakyat Indonesia rela berkorban demi mempertahankan kemerdekaan. Meskipun perjuangan dengan perbedaan kualitas pasukan harus dibayar dengan nyawa. Peristiwa besar yang terjadi di Surabaya membuktikan rakyat Indonesia tidak menginginkan datangnya pasukan Sekutu. Hingga menimbulkan terbunuhnya Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby pada 30 Oktober 1945. Pada akhirnya 10 November 1945 meletus pertempuran Sekutu dan rakyat Indonesia di beberapa tempat penting di Surabaya. Pertempuran fisik menuai kemenangan di pihak Sekutu hingga rakyat dipukul mundur (Ayuhanafiq, 2013:71).
Ketika Surabaya sudah dikuasai Sekutu, kekuasaan lalu diberikan kepada Belanda melalui pimpinan KNIL yang berada di Surabaya (Kayyis,2015:198). Belanda kemudian memperluas wilayah kekuasaan di Indonesia dengan cara terus menggempur pasukan Indonesia. Bersamaan dengan itu penyerangan Belanda perundingan damai dengan pemerintah Indonesia tetap dilakukan. Pasukan Indonesia ada yang dipukul mundur dari Surabaya hingga ke Mojokerto sebelah barat Surabaya. Sebagian lagi dipukul mundur ke selatan hingga memasuki wilayah Malang. Penelitian ini akan berfokus kepada para pejuang yang dipukul mundur ke selatan Surabaya terutama Hizbullah dan Sabilillah Malang yang masih mencoba mempertahankan Malang.
Sebagai bentuk dari strategi dan upaya memperthanakan kemerdekaan menghadapi penyerangan Belanda Pemerintah Indonesia mulai menata kembali pertahanan dengan mengkonsolidasi kekuataan persenjataan pada 25 Januari 1946 dengan mengganti TKR (Tentara Keselamatan Rakyat) yang sebelumnya BKR (Barisan Keamanan Rakyat) menjadi TRI (Tentara Republik Indonesia). Selain Itu. Keputusan pemerintah itu ditanggapi baik oleh MPHS. Pada awalnya pemimpin MPHS menanggapi keputusan pemerintah dengan menata ulang struktur kelaskaran didalamnya. Penataan Laskar Hizbullah-Sabililah Malang dilakukan dengan membagi kedalam dua batalion :
1. Batalion sunan Giri yang teritori kekuasanya Kota Malang sampai Malang Selatan dengan komandan KH. Oemar Maksum
2. Batalion Sultan Agung yang teritori kekuasaanya Singosari dan Wilayah Malang Utara dengan komandan KH. Dimyati (Jauhari, 2018: 39).
Pada 31 Juli 1947 Belanda memasuki wilayah Kota Malang Pasukan Belanda dengan mudah memasuki Kota Malang sebab Kota telah dikosongkan oleh Komando Divisi Untung Suropati. Kota Malang dinyatakan sebagai Kota terbuka karena sudah berhasil di bumi hanguskan. Pemerintahan Kota Malang bergeser di tempatkan di Turen Kabupaten Malang. Belanda terus melakukan serangan hingga ke Bululawang pada 4 Agustus 1947. Penyerangan dilakukan disaat pemerintah Indonesia dan Belanda sepakat menghentikan perang atau genjatan senjata. Pasukan Belanda mulai menyerbu Kota Malang dengan kendaraan berat dan persenjataan lengkap menyebabkan pasukan Hizbullah dan Sabilillah mengalami kekalahan. Anggota Hizbullah dan Sabilillah yang bejaga sepanjang jalan dari Singosari hingga masjid Sabilillah harus meninggal dengan serangan Belanda. Pertahanan Indonesia mulai dari utara Kota Malang dipukul mundur keselatan Kota Malang.
Bukan hanya di Singosari di Kota Malang terdapat pula Monumen perjuangan di Jalan Prof. Yamin V Kidul Pasar Sukoharjo klojen Kota Malang. Monumen tersebut terdapat 15 nama pejuang yang berasal dari kelurahan Sukoharjo. Monumen perjuangan tersebut dibangun sebagai penghormatan kepada pahlawan yang berasal dari daerah Kidul Pasar Sukoharjo dan gugur dalam perjuangan mempertahankan Malang. Monumen prasasti perjuangan arek-arek Kidul Pasar Malang menuliskan nama anggota TNI yang gugur dengan keterangan dalam satuan mana mereka tergabung. Dalam monumen juga dijelaskan kapan mereka gugur dalam mempertahankan Malang. Terdapat pula beberapa nama mantan anggota Hizbullah yang saat itu sudah bergabung dalam TNI.
Terdapatnya nama pemuda asal sukaharjo dikarenakan di kelurahan Sukaharjo berdiri pesantren asuhan KH. Tamim (Wawancara Kyai mashudi Wajak pada10 februari 2020). Pesantren tersebut merupakan salah satu pesatren tua di Kota Malang. Para pemuda sukoharjo berjuang mempertahankan kemerdekaan indonesia karena motivasi dari KH. Tamim. Pejuang tersebut juga merupakan santri KH. Tamim, maka akan sangat wajar bila kebanyakan bergabung dalam Hizbullah. Pemuda Sukoharjo selain tergabung dalam Hizbullah juga ada yang dalam kesatuan lain namun tetap bertujuan sama yaitu membela kemerdekaan indonesia.
Gambar D.2 Dokumentasi peneliti
Keterlibatan pemuda Sukaharjo Kota Malang dalam mempertahankan kemerdekaan di apresiasi dengan pembangunan tuguh perjuangan. Monumen dibangun oleh pemerintah Kota Malang pada 1988. Seperti tercatat dalam monumen tersebut yang menandatangani adalah wali Kota Malang Dr.H. Tom Uripan Nitiharjo, S.H. Masyarakat Sukoharjo berusaha menghormati para pemuda yang sudah berjuang mempertahankan kemerdekaan Kota Malang, meskipun Agresi Militer Belanda tidak terjadi di wilayah kelurahan Sukoharjo. Kebanyakan para pemuda Sukoharjo sudah ikut bertempur di perbatasan Kota Malang sebelum akhirnya dibumi anguskan oleh para pejuang
Gambar D.3 Dokumentasi peneliti
Para pejuang tersebut gugur dalam pertempuran mempertahankan Malang. Belanda pertama kali melakukan Agresi Militer pada 21 Juli 1947 dalam upaya kembali menguasai Malang. Setelah Kota Malang berhasil dikuasai dalam keadaan sudah di”bumi hangus”kan oleh pejuang Indonesia Belanda masih berusaha memperluas wilayah meski sudah dilaksanakan perjanjian Renville dan keputusan pemerintah pusat untuk hijrah. Pada tahun 1948 hingga 1949 Malang dalam keadaan mencekam karena pasukan Belanda terus melakukan tekanan kepada pasukan Indonesia pada saat tersebut dalam proses penggabungan badan-badan kelaskaran dan TKR menjadi TNI.
Gambar D.4 Dokumentasi peneliti
Monumen perjuangan arek-arek Kidul pasar Malang menuliskan nama LASKAR HIZBULLAH yang gugur dan tercatat di monumen kidul pasar antara lain
1) Abdoellah Maelani P.L.T.TNI BN 12,7 Ex Hizbullah Meninggal 17 Januari 1948
2) Ahmad Maelani SERMA TNI BN 12,7 Ex Hizbullah Meninggal 17 Januari 1948
3) Abdoel Samad Tarzan LETTU TNI BN IV, BE, IV DIV I Ex Hizbullah Meninggal 08 Agustus 1949
4) MOH. Soekri Jogor KOPRAL TNI BN IV, BE, IV DIV I Ex Hizbullah Meninggal 08 Agustus 1949
5) MOH. Ridwan Boende KOPRAL BN IV, BE, IV DIV I Ex Hizbullah Meninggal 08 Agustus 1949
Peranan Hizbullah dalam mempertahankan Malang adalah menjadi pasukan bertahan secara langsung mempertahankan kemerdekaan di daerah Bululawang kabupaten Malang. yang berbatasan langsung dengan Kota Malang. Anggota Hizbullah yang tercatat dalam monumen ini merupakan pemuda dari kelurahan Sukoharjo Kota Malang yang gugur dalam memperhankan kemerdekaan ketika berada di Malang selatan. Kebanyakan nama yang tercatat gugur setelah Belanda sudah berhasil mengusai Malang dan terus mendorong pemerintahan Malang menuju Malang selatan.
Tujuan pembangunan monumen adalah untuk mengenang jasa para pejuang yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Malang. Keterkaitan monumen dengan Hizbullah dalam monumen adalah berupa dituliskannya nama – nama arek kidul pasar yang tergabung dalam Hizbullah dan gugur mempertahankan kemerdekaan dengan status sebagai anggota TNI
DAFTAR PUSTAKA
Ayuhanafiq. 2013. Garis depan pertempuran laskar hizbullah 1945-1950. Mojokerto : Azza Grafika
Ayundasari, Lutfiah. 2018. KH. Masjkur Dalam Sejarah Pendidikan Islam Modern di Indonesia 1923-1992. Universitas Negeri Malang : UM press
Bayqhuni, Ahmad. 2008. Perjuangan Gerakan Pemuda Islam Indonesia Pada Masa Revolusi Fisik 1945-1949. Skripsi UIN Syarif Hidayattullah Jakarta
Bustami, Abdul Latif dan Tim Sejarahwan Tebuireng. 2015. Resolusi Jihad perjuangan Ulama: dari Menegakkan Agama Hingga Negara, Jawa Timur: Pustaka Tebuireng
Benda, Harry J. 1985. The Crescent and The Rising Sun : Indonesian Islam under the japanese occupation 1942-1945, Penerjemah : Daniel Dhakidae ; Cet. 2 – Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya
Choirun, Umi Nisa 2019 Peran KH. Ahyat Halimy Dalam Perjuangan Laskar Hizbullah Mojokerto 1945-1949 Skripsi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Dien, M. Madjid & Johan Wahyudi, 2014. Ilmu Sejarah Sebuah Pengantar Depok : Prenadamedia
Hadi, Nur dan Sutopo. 1997. Perjuangan Total Brigade IV Pada Perang Kemerdekaan Di Karesidenan Malang, Publisher : Malang : Penerbit IKIP Malang
Herlina, Nina. 2020 Metode Sejarah Satya. Historika, Bandung
Hutagulung, Batara R. 2018. Indonesia Tidak Pernah Dijajah. Yogyakarta: Matapadi Presindo
Jauhari, Najib. 2018 Laskar Sabilillah Malang Dalam Perang Kemerdekan Kajian Historis Dan Edukatif. Skripsi. Malang : Universitas Negeri Malang diterbitkan oleh Percetakan Universitas Negeri Malang dalam judul “KH.MASJKUR : Laskar Sabilillah Dan Heroisme Santri“
Joehanda, Wawan K. 2017 YOGJAKARTA : mereka (pernah) disini desember 1948 juni 1949 Yogjakarta : Matapadi
Jumeroh Mulyaningsih & Dedeh Nur Hamidah. 2018. Laskar Santri PEJUANG NEGERI: Rekam Jejak Laskar Hizbullah dalam Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya Jurnal Tamaddun. 6(2). 1-30 Dari: https://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/tamaddun/article/view/3519
Kholili, Muhammad. 2013. Perjuangan K.H. Malik dalam mempertahankan kemerdekaan di Kota Malang. Skripsi. Malang : IKIP Budi Utomo Malang
Kuntowijaya.2001.Pengantar Ilmu Sejarah.Yogyakarta:Yayasan Bentang Budaya.
Kuntowijaya. 2003. Metodelogi Sejarah, Edisi Kedua.Yogyakarta: Tiara Wacana.
Kayyis, Isno. 2015 Perjuangan Laskar Hizbullah di Jawa Timur. Jombang : Pustaka Tebuireng
Latief, Hasyim. 1995. Laskar Hizbullah Berjuang Menegakkan Negara RI, Jakarta :LTNU PBNU.
Leirissa, R.Z. 2004. Charles Tilly dan Study Tentang Revolusi Sosial. Jurnal Sejarah. 6 (1).1-30 Dari: http://jurnal.masyarakatsejarawan.or.id/index.php/js/article/view/198
Nur, Muhammad Kholid. 2017. Studi Tentang Peran Laskar Hizbullah Jombang Pada Peristiwa 10 November 1945 Di Surabaya. Skripsi Universitas Nusantara PGRI Kediri
Nasution. Abdul Haris.1978. Sekitar Perang Kemerdekaan 1945-1950 Jilid II Diplomasi atau bertempur Bandung : DISJARAH TNI AD & ANGKASA
Nasution. Abdul Haris.1978. Sekitar Perang Kemerdekaan 1945-1950 Jilid III Diplomasi sambil bertempur Bandung : DISJARAH TNI AD & ANGKASA
Nasution. Abdul Haris.1978. Sekitar Perang Kemerdekaan 1945-1950 Jilid IV. Periode Linggarjati. Bandung : DISJARAH TNI AD & ANGKASA
Nasution. Abdul Haris.1978. Sekitar Perang Kemerdekaan 1945-1950 Jilid V. Agresi militer Kolonial Belanda I. Bandung : DISJARAH TNI AD & ANGKASA
Nasution. Abdul Haris.1978. Sekitar Perang Kemerdekaan 1945-1950 Jilid VI. Perang Gerilya semesta I. Bandung : DISJARAH TNI AD & ANGKASA
Oktorino. Nino. 2019. HEIHO:Barisan pejuang Indonesia yang terlupakan. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo
Oostindie, Gert 2016 Serdadu Belanda di Indonesia 1945-1950: Kesaksian perang pada sisi sejarah yang salah penerjemah: Susi Moeimam, Nurhayu Santoso, dan Maya Sutedja-Liem; Cet. 1 – Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia; KITLV-Jakarta
Sapto. Ari 2019. Republik Dalam Pusaran Elit Sipil Dan Militer. Yogjakarta : Matapadi
Sartono, dkk . 2013. Sejarah Nasional Indonesia Jilid IV. Jakarta : Pustaka.
Sari, Indah Nur Eva 2015 Perjuangan Panglima Kh. Zainul Arifin Dalam Organisasi Laskar Hizbullah Tahun 1944-1948. Skripsi, IAIN SMH Banten.
Sjamsuddin, Helius. 1996. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Subhan, Muhammad. 2019. Peran Pesantren Tambakberas Sebagai Pusat Laskar Hizbullah Di Jombang Tahun 1944-1948 Skripsi. UIN Sunan Ampel Surabaya
Suratmin. 2017. Perjuangan Laskar Hizbullah dalam pertempuran Surabaya 10 November 1945. Yogjakarta : Matapadi
Sunyoto, Agus. 2017. Fatwa dan Resolusi Jihad: Sejarah Perang Rakyat Semesta Di Surabaya, 10 Nopember 1945. Jakarta : Pustaka Pesantren Nusantara
DAFTAR NARASUMBER PENELITIAN
1. Nama : Djoemain
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Jl. Bululawang RT.02 RW.01 Sidomukti Kab. Malang
2. Nama : H. M. Nidhom Thohir
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Jl. Masjid No. 50 Pagentan Singosari Kabupaten Malang
3. Nama : KH. Mashudi
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Sukokecik, Sukolilo, Wajak Kabupaten Malang




Komentar
Posting Komentar