KAYUTANGAN HERITAGE ATAU MALANG HERITAGE ? : kalau memakai kata Heritage untuk wisata Kayutangan apa yang bisa didapat, kenapa tidak memakai tempat lain di kota malang yang memberikan warisan nasionalisme

KAYUTANGAN HERITAGE ATAU MALANG HERITAGE ?

kalau memakai kata Heritage untuk wisata Kayutangan apa yang bisa didapat, kenapa tidak memakai tempat lain di kota malang yang memberikan warisan nasionalisme 


Pada setiap tanggal 01 april kota malang selalu diramaikan dengan giat ulang tahun yang meriah. meski dalam masa 3 tahun kota malang khusus dan dunia pada umumnya harus melalui masa bertahan dari pandemi. pandemi penyakit yang tersebar di seluruh dunia membuat pola perilaku manusia harus ditata ulang kembali. mulai dari kebiasaan untuk berkumpul yg harus dikurangi hingga kebiasaan hidup sehat. pola perilaku tersebut juga mempengaruhi penyikapan masyarakat terhadap sebuah perayaan termasuk perayaan hari jadi suatu kota atau daerah.

penetapan hari jadi kota malang yang sekarang jatuh pada peringatan ke 111 tahun dilihat berdasarkan aspek turunya SK pemerintah belanda. pada awalnya malang ditetapkan sebagai satu wilayah saja yaitu gemeinschaft malang dibawah karesidenan malang pada tahun 19 dan karesidenan besuki pada tahun. namun pada tahun 1914 ditetapkan gemeente malang atau sekarang disebut dengan kota malang. 

malang sendiri memiliki wilayah yang pada awalnya tidak begitu luas. namun penetapan wilayah gemeente bertujuan untuk mempercepat laju pembangunan. ditambah lagi keberadaan penduduk non- bumiputera yang semakin banyak di wilayah cikal bakal kota malang. lalu pada tahun1767 mulai di bangun loji belanda di daerah celaket sekarang. pembangunan loji tersebut dipergunakan untuk mempermudah para pengusaha asing di malang untuk mengelola usaha di malang dan jawa timur. keputusan untuk menjadi malang sebagai pemukiman belanda karena kountur dan keadaan geologis malang menyerupai keadaan di belanda. karena pada dasarnya masyarakat belanda tidak terbiasa dengan iklim tropis indonesia. 

keberadaan malang sebagai wilayah yang penting bagi pemerintah belanda menjadikan banyak peninggalan masyarakat belanda di malang. peninggalan tersebut dapat berupa tata kota, bangun tempat tinggal berarsitektur kuno, hingga kebudayaan yang masih melekat di masyarakat malang masa kini. sebagai wilayah penting tidak lepas dari perebutan belanda dan indonesia pada awal kemerdekaan. peristiwa perebutan tersebut yang terkenal di indonesia sebagai agresi militer menjadikan beberapa peninggalan harus dibumi hanguskan sehingga tidak menyisakan objek untuk dikaji sebagai sumber pembelajaran sejarah. akan tetapi kesadaran sejarah masyarakat malang membuat semangat melestarikan peninggalan sejarah di malang terutama di kota malang mulai dirintis dalam upaya mempromosikan kota malang sebagai wilayah bersejarah. kota malang dikampanyekan sebagai kawasan wisata sejarah untuk menarik perhatian masyarakat terhadap peristiwa malang yang menunjukan pentingnya malang di masa lalu bagi berjalannya pemerintahan dan kehidupan masyarakat masa lampau.

kota malang akhir-akhir ini sedang diramaikan dengan wisata sejarah yang baru dipromosikan pemerintah kota malang. kawasan wisata sejarah tersebut adalah kayutangan heritage yang merupakan kawasan pertokoan kuno. meski fokus lokasi sudah ditetapkan adalah kawasan pertokoan kayutangan di kelurahan kauman klojen kota malang tetapi masih sangat mungkin ada spot menarik lain di kota malang terutama mengenai wisata bernuansa sejarah.

Bangunan maupun kawasan kuno bernuansa sejarah memang cukup banyak di kota malang. hal tersebut karena Belanda ketika menguasai indonesia berupaya membangun kota malang menjadi tiruan negeri belanda, setelah proklamasi kemerdekaan indonesia Belanda juga masih berusaha menguasai wilayah Malang yang strategis dan subur. pernyataan tersebut dapat dibuktikan melalui peristiwa agresi militer I yang terjadi di malang

agresi militer Belanda I dilaksanakan pasca pertempuran Surabaya yang berakhir dengan kekalahan pihak Indonesia dari Sekutu. Pada akhirnya 10 November 1945 meletus pertempuran Sekutu dan rakyat Indonesia di beberapa tempat penting di Surabaya. Ketika Surabaya sudah dikuasai Sekutu, kekuasaan lalu diberikan kepada Belanda melalui pimpinan KNIL yang berada di Surabaya Belanda kemudian memperluas wilayah kekuasaan di Indonesia dengan agresi militer Belanda I untuk jawa timur belanda berupaya menguasai malang. Bersamaan dengan itu penyerangan Belanda perundingan damai dengan pemerintah Indonesia tetap dilakukan. Sebagian pasukan dari surabaya dipukul mundur ke selatan hingga memasuki wilayah Malang. para pejuang yang dipukul mundur ke selatan Surabaya terutama mencoba mempertahankan Malang.

Sebagai bentuk dari strategi dan upaya mempertahankan kemerdekaan menghadapi penyerangan Belanda  Pemerintah Indonesia mulai menata kembali pertahanan dengan mengkonsolidasi kekuatan persenjataan pada 25 Januari 1946 dengan mengganti TKR (Tentara Keselamatan Rakyat) yang sebelumnya BKR (Barisan Keamanan Rakyat) menjadi TRI (Tentara Republik Indonesia). Selain Itu. Keputusan pemerintah itu ditanggapi baik oleh MPHS. Pada awalnya pemimpin MPHS menanggapi keputusan pemerintah dengan menata ulang struktur kelaskaran di dalamnya. Penataan Laskar Hizbullah-Sabilillah Malang dilakukan dengan membagi kedalam dua batalyon :

  1. Batalyon sunan Giri yang teritori kekuasaanya Kota Malang sampai Malang Selatan dengan komandan  KH. Oemar Maksum 

  2. Batalyon Sultan Agung yang teritori kekuasaan Singasari dan Wilayah Malang Utara dengan komandan KH. Dimyati 

Pada 31 Juli 1947 Belanda  memasuki wilayah Kota Malang Pasukan Belanda  dengan mudah memasuki Kota Malang sebab Kota telah dikosongkan oleh Komando Divisi Untung Suropati. Kota Malang dinyatakan sebagai Kota terbuka karena sudah berhasil di bumi hanguskan. Pemerintahan Kota Malang bergeser di tempatkan di Turen Kabupaten Malang. Belanda  terus melakukan serangan hingga ke Bululawang pada 4 Agustus 1947. Penyerangan dilakukan disaat pemerintah Indonesia dan Belanda sepakat menghentikan perang atau gencatan senjata. di Kota Malang terdapat pula Monumen perjuangan di Jalan Prof. Yamin V Kidul Pasar Sukoharjo klojen Kota Malang. Monumen tersebut terdapat 15 nama pejuang yang berasal dari kelurahan Sukoharjo. Monumen perjuangan tersebut dibangun sebagai penghormatan kepada pahlawan yang berasal dari daerah Kidul Pasar Sukoharjo dan gugur dalam perjuangan mempertahankan Malang. Monumen prasasti perjuangan arek-arek Kidul Pasar Malang menuliskan nama anggota TNI yang gugur dengan keterangan dalam satuan mana mereka tergabung. Dalam monumen juga dijelaskan kapan mereka gugur dalam mempertahankan Malang. Terdapat pula beberapa nama mantan anggota Hizbullah yang saat itu sudah bergabung dalam TNI.

Dokumentasi peneliti

Terdapatnya nama pemuda asal sukoharjo dikarenakan di kelurahan Sukoharjo berdiri pesantren asuhan KH. Tamim (Wawancara Kyai mashudi Wajak pada 10 februari 2020). Pesantren tersebut merupakan salah satu pesantren tua di Kota Malang. Para pemuda sukoharjo berjuang mempertahankan kemerdekaan indonesia karena motivasi dari KH. Tamim. Pejuang tersebut juga merupakan santri KH. Tamim, maka akan sangat wajar bila kebanyakan bergabung dalam Hizbullah. Pemuda Sukoharjo selain tergabung dalam Hizbullah juga ada yang dalam kesatuan lain namun tetap bertujuan sama yaitu membela kemerdekaan indonesia. 

E:\Skripsi\lampiran dan foto\IMG_20190204_113355.jpg

Dokumentasi peneliti

Keterlibatan pemuda Sukoharjo Kota Malang dalam mempertahankan kemerdekaan diapresiasi dengan pembangunan tugu perjuangan. Monumen dibangun oleh pemerintah Kota Malang pada 1988. Seperti tercatat dalam monumen tersebut yang menandatangani adalah wali Kota Malang Dr.H. Tom Uripan Nitihardjo, S.H.  Masyarakat Sukoharjo berusaha menghormati para pemuda yang sudah berjuang mempertahankan kemerdekaan Kota Malang, meskipun Agresi Militer Belanda tidak terjadi di wilayah kelurahan Sukoharjo.  Kebanyakan para pemuda Sukoharjo sudah ikut bertempur di perbatasan Kota Malang sebelum akhirnya dibumihanguskan oleh para pejuang

 

Dokumentasi peneliti

Para pejuang tersebut gugur dalam pertempuran mempertahankan Malang. Belanda  pertama kali melakukan Agresi Militer pada 21 Juli 1947 dalam upaya kembali menguasai Malang. Setelah Kota Malang berhasil dikuasai dalam keadaan sudah di”bumi hangus”kan oleh pejuang Indonesia Belanda  masih berusaha memperluas wilayah meski sudah dilaksanakan perjanjian Renville dan keputusan pemerintah pusat untuk hijrah. Pada tahun 1948 hingga 1949 Malang dalam keadaan mencekam karena pasukan Belanda  terus melakukan tekanan kepada pasukan Indonesia pada saat tersebut dalam proses penggabungan badan-badan kelaskaran dan TKR menjadi TNI. 

Dokumentasi peneliti

Monumen perjuangan arek-arek Kidul pasar Malang menuliskan nama LASKAR HIZBULLAH yang gugur dan tercatat di monumen kidul pasar antara lain

  1. Abdoellah Maelani P.L.T.TNI BN 12,7 Ex Hizbullah Meninggal 17 Januari 1948

  2. Ahmad Maelani SERMA TNI BN 12,7 Ex Hizbullah Meninggal 17 Januari 1948

  3. Abdoel Samad Tarzan  LETTU TNI BN IV, BE, IV DIVISI I Ex Hizbullah Meninggal 08 Agustus 1949

  4. MOH. Soekri Jogor KOPRAL TNI BN IV, BE, IV DIV I Ex Hizbullah Meninggal 08 Agustus 1949

  5. MOH. Ridwan Boende  KORPRAL BN IV, BE, IV DIV I Ex Hizbullah Meninggal 08 Agustus 1949

Tujuan pembangunan monumen adalah untuk mengenang jasa para pejuang yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Malang. Keterkaitan monumen dengan Hizbullah dalam monumen adalah berupa dituliskannya nama – nama arek kidul pasar yang tergabung dalam Hizbullah dan gugur mempertahankan kemerdekaan dengan status sebagai anggota TNI. Begitu pentingnya peristiwa agresi militer sebagai peristiwa sejarah menjadi sangat relevan jika ada program wisata sejarah seperti dicanangkan pemerintah. Memang sekarang pemerintah banyak lebih fokus wisata sejarah di area kayu tangan meski harus kembali dikaji dalam kepentingan apa kayu tangan sebagai daerah niaga masa lampau untuk dijadikan wisata sejarah. Apakah sejarah yang bisa diambil dari daerah niaga. Kalau memang kepentinganya adalah menarik wisatawan, maka upaya pemerintah dengan melengkapi fasilitas berciri kuno di kayu tangan apa bedanya jika dengan melengkapi fasilitas juga di kidul pasar. Pengkajian mengenai pemilihan daerah wisata sejarah harus dilihat kepentingannya. Kepentingan untuk menarik wisatawan dengan sejarah yang kekinian atau mengenalkan sebuah Peristiwa sejarah sebagai pendidikan nasionalisme pengunjung. Masyarakat kota malang sendiri juga merasa resah dengan efek kepadatan yg ditimbulkan wisata kayu tangan. jika penempatan wisata sejarah di daerah pasar besar kemungkinan efek kemacetan tidak terlalu besar karena wilayah kidul pasar sebenarnya sudah ada malang NIght market. menjadi satu lagi pertanyaan kenapa kalau sudah di bangun malang night market di kidul pasar kenapa tidak sekalian dikembangkan wisata sejarah untuk menunjang minat pembeli dan pengunjung malang night market. ada kepentingan apa memilih daerah kayu tangan yang sebelumnya hanya sentra niaga di pagi hingga sore hari harus dibangun fasilitas dan kelengkapan sejarah. sementara di malang night market sudah ada lingkungan dan bangun peninggalan sejarah yang penuh dengan warisan seperti pemilihan nama Heritage yang berarti warisan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MONUMEN PERJUANGAN AREK KIDUL PASAR MALANG MONUMEN HIZBULLAH KIDUL PASAR

Diaspora bukan cuma ke luar negeri merantau di kota Metropolitan juga bisa di bilang diaspora dari daerah